Pemkab Lamongan Bakal Gelar Festival Ketupat Tanjung Kodok di WBL Paciran

Lamongan (beritajatim.com) – Pemkab Lamongan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan (Disparbud Lamongan) bakal menggelar Festival Ketupat Tanjung Kodok di Kompleks Wisata Bahari Lamongan (WBL), Kecamatan Paciran.

Menurut Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah, festival itu merupakan hasil kurasi dari tradisi lokal masyarakat pesisir pantura Lamongan, yakni kenduri ketupat di kawasan pantai Tanjung Kodok, yang diselenggarakan pada H+7 Hari Raya Idulfitri. 

“Insya Allah, festival ini akan digelar pada tanggal 29 April 2023, di halaman Wisata Bahari Lamongan (WBL), kecamatan Paciran. Festival ini masuk menjadi salah satu agenda dalam kalender event pariwisata pada awal lebaran dan akhir bulan April tahun ini,” ujar Rubikah, Senin (24/4/2023).

Rubikah juga menjelaskan bahwa festival tersebut memadukan tradisi lokal, yang nantinya akan dimeriahkan oleh kirab atau pawai gunungan ketupat, lomba cipta menu ketupat, parade perahu hias nelayan dan pagelaran seni budaya pantura Lamongan, serta berbagai pertunjukan lainnya.

BACA JUGA:

Anies dan Ganjar, Simbol HMI Versus GMNI?

“Pawai gunungan ketupat diikuti oleh 17 desa/kelurahan se-Kecamatan Paciran. Gunungan kupat itu berisi 1000 kupat yang akan diperebutkan oleh masyarakat. Rencananya gunungan itu diarak mulai dari kompleks Pelabuhan ASDP hingga halaman parkir WBL Paciran,” terang Rubikah. 

“Kemudian dilanjutkan dengan penampilan drama kolosal sejarah kupatan yang ditampilkan oleh warga Desa Sendangduwur, Paciran. Selain itu, juga akan ada syukuran di TKBR (Tanjung Kodok Beach Resort),” terangnya. 

Rubikah berharap, festival kupatan yang juga menjadi kalender event Provinsi Jawa Timur ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan di Lamongan. “Mudah-mudahan wisatawan semakin banyak dan Lamongan semakin dikenal di tingkat nasional,” harapnya.

Lebih lanjut, Rubikah menuturkan, Disparbud bersama Satpol PP dan BPBD juga telah memonitoring beberapa obyek wisata di Lamongan yang dimungkinan terjadi kebencanaan, tepatnya seminggu menjelang Hari Raya Idulfitri 1444 H lalu.

“Kami telah memantau tempat wisata dengan Satpol PP dan BPBD Lamongan, khususnya wisata yang memiliki fasilitas kolam renang dan tebing yang dimungkinkan akan adanya kebencanaan,” bebernya.

Tak hanya itu, Rubikah menegaskan, pihak Disparbud Lamongan juga telah mensosialisasikan dan memberikan surat edaran (SE) kepada para pelaku usaha wisata yang ada di Lamongan agar melakukan langkah antisipasi terhadap membludaknya pengunjung.

“Hal ini kita sampaikan untuk mengantisipasi membludaknya para pengunjung. Setiap obyek wisata juga kita minta agar tetap memasang himbauan mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.[riq/kun]